Ahmadinejad, SBY dan (ke) Indonesia (an) Kita

Mei 11, 2006 at 3:25 pm Tinggalkan komentar

Ahmadinejad, SBY dan (ke)Indonesia(an) Kita
Oleh Aryanto Abidin
Mahasiswa Perikanan, Presiden Partai Lingkar Cendekia Unhas dan Staf Kebijakan Publik KAMMI Daerah Sulsel

Seperti biasa, setiap pagi saya selalu menyempatkan waktu untuk membaca surat kabar nasional langganan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tempat saya menghabiskan hampir separuh masa kemahasiswaan saya: Kopma Unhas(51, 255, 51) Setelah menyelesaikan beberapa lembar tilawaah alquran dan alma’surat, maka pekerjaan favorit saya adalah pekerjaan membaca. Dengan ditemani secangkir kopi manis, sayapun melahap menu berita yang disuguhkan di koran tersebut. Hal ini saya lakukan untuk mengimbangi rasa haus saya akan informasi yang biasa saya dapatkan dari media televisi. Maklum akhir-akhir ini saya sedang puasa nonton tivi. (51, 255, 51)Mungkin saja sedang bosan dengan tayangan-tayangan gossip, kriminal, mistis serta tayangan berbau amoral lainnya. Sekali lagi, sayapun memilih pusa nonton tivi. Bukannya sok idealis, tapi ini adalah puncak kesadaran akan realitas zaman yang semakin menggila

Pagi itu, saya membaca sebuah koran nasional. Di halaman pertama koran tersebut tepampang gambar Presiden Iran Ahmadinejad yang sedang mengakat tangannya, hampir sejajar dengan mukanya. Pertanda keakraban sebagai seorang tamu negara kepada tuan rumah (indonesia). Ya!, benar saja, presiden Iran tersebut tiba di indonesia melalui bandara Halim Perdana Kusuma pada rabu (10/5) pukul 00.00. Ahmadinejad datang ke indonesia dalam rangka kunjungan kenegaraan sekaligus membawa agenda bisnis. Mereka ingin bekerja sama dalam hal pengmbangan perminyakan. Berita kedatangan Ahmadinejad sudah saya ketahui satu minggu sebelum kedatanagn presiden Iran tersebut. Berita ini saya peroleh dari milis langganan saya: milis KAMMI. Dalam milis tersebut, topik yang paling menggairahkan untuk didiskusikan adalah tentang kedatangan Ahmadinejad ke Indonesia. Salah satu usulan yang paling menarik dari salah seorang miliser adalah agenda aksi untuk menyambut kedatangan presiden Iran tersebut. Eits…!. Tunggu dulu, anda jangan terburu-buru untuk mngambil kesimpulan. Ini bukan aksi untuk menentang kedatangan Ahmadinejad, akan tetapi aksi yang dimaksud adalah aksi pnyambutan selamat datang kepada sang presiden, yang begitu lantang mengkampanyekan: Say no to Amerika.

Lalu Bagaimana dengan SBY?. Rasa-rasanya, sulit untuk mengatakan bahwa pemimpin negara ini berani bercloteh untuk sekedar berkata say no to Amerika. Sejak zaman orde baru, bangsa ini begitu mesra dengan negara-negara kapitalis yakni Amerika dan sekutunya. Alasannya sangat sederhana, agar (utang) bantuan-bantuan dipermudah. Tahun 1997 lalu menjadi puncak kemesran indonesia dengan kapitalis, dimana indonesia secara resmi menjadi pasien tetap lembaga donor internasional seperti IMF. Tentu saja kita sangat mafhum, siapa yang berada di balik lembaga-lembaga donor tersebut. Pada masa itu, Indonesia hampir pasti menjadi negara yang gagal (failure nation). Beberapa kali negeri ini mengalami pergantian kepemimpinan, namun tetap saja pertumbuhan ekonomi kita jalan di tempat: gali lubang tutup lubang. Yang lebih parah lagi, gaya kepemimpinan pemimpin kita justru tidak jauh beda dengan pemimpin-pemimpin sebelumnya. Mereka tidak berani mengambil jarak dengan negeri-negeri kapitalis, terkecuali Soekarno yang secara terang-terangan menantang kapitalisme

SBY yang mantan jenderal militer tersebut, sulit untuk menjauhkan negeri ini dari negara-negara kapitalis terebut. Berbeda halnya dengan Ahmadinejad, yang kahir-akhir ini begitu santer menghiasi opini dunia lantaran proyek pengembangan tenaga nuklir di negeri itu. Oleh Amerika dan sekutunya tindakan Iran tersebut justru akan mengancam perdamaian dunia. Walaupun Iran telah beberapa kali menjelaskan kepada dunia, bahwa pengembangan nuklir yang mereka lakukan hanyalah semata-mata untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri mereka. Lain lagi dengan Evo Morales. Presiden Bolivia tersebut dengan berani mengusir pemodal-pemodal asing yang mengelola industri-industri strategis negara tersebut. Kebijakan Nasionalisasi Morales tersebut adalah implementasi dari janji-janjinya selama masa kampanye. Sikap penolakan terhadap intervensi asing juga ditunjukan oleh Presiden Venezuela Hugo Chavez. Venezuela adalah negeri penghasil minyak terbesar di kawasan Amerika latin. Kita juga mengenal Pimpinan Cuba yang seangkatan dengan Ernesto Che Guevara, Fidel Castro yang dengan lantang menolak intervensi Amerika, walaupun ia terkadang oportunis dan kontroversial. Mereka semua adalah pemimpin-pemimpin muda yang berani. Tentu saja kita berharap SBY tidak Cuma berani dengan mahasiswa yang pada April lalu berkunjung ke Unhas. Peralatan militer lengkap di tempatkan di Unhas, bahkan mobil penjinak bom dipersiapkan khusus untuk itu.

Indonesia dan Kepemimpinan Kaum Muda

Tidak berlebihan kiranya ucapan ulama yang mengatakan bahwa Jadi “sesungguhnya tampilnya islam karena tampilnya ummat, dan sesungguhnya tampilnya ummat karena tampilnya para pemudanya. Dan tampilnya para pemuda karena kebaikan akhlaknya.”. Dalam Islam, tentu kita mengenal nama Nabi Ibrahim as. Seorang anak muda yang cerdas dan kritis terhadap kemapanan ideology yang telah menyesatkan kaumnya. Dalam usia muda ibrahim mampu mengkritisi tradisi dan keyakinan masyarakat yang menyembah berhala, termasuk orang tuanya sendiri. lebih dahsat dari itu ibrahim muda menantang penguasa yang dzalim pada waktu itu yakni Raja Namrud yang mengklaim menguasai hidup dan mati. Namun dengan kecerdasan logikanya, ibrahim meminta kepada Namrud untuk menerbitkan matahari dari sebelah barat dan menenggelamkannya di sebelah timur. Seuatu yang sangat mustahil bagi Namrud untuk melakukannya

Ada juga Nabi Daud as. Keberanian dan kemuakannya terhadap rezim tirani jalut membawanya ke medan pertempuran untuk suatu misi khusus, membunuh jalut dengan senjata ketapelnya. Keberanian dan militansi Daud semasa muda, menjadi modal baginya untuk menjadi pemimpin negeri di masa depan. Selain itu juga, ada Yusuf muda yang mempertahankan keteguhan kepribadiannya dan dengan modal kecerdasannya Ia mampu meperbaiki kondisi ekonomi bangsa mesir pada waktu itu. Sampai akhirnya Alquran memaparkan sosok terbaik anak muda yakni Muhammad saw

Akankah SBY juga memiliki sifat yang satria, seperti yang disinyalir dalam kisah al-quran tersebut?. Atau setidaknya seperti Ahmadinejad, Evo Morales, Hugo Chavez. Atau seperti keberanian Fidel Castro yang walaupun usia tidak muda lagi, tetapi semangat mudanya serta semangat perlawanannya terhadap kemapanan yang coba di tawarkan oleh bangsa-bangsa kapitalis mampu ia kobarkan. Atau seperti Ismail Haniyyah sang perdana menteri Palestina. Di tengah perkonomian bangsa yang terpuruk ini, justru berbanding trbalik dengan pola hidup pejabat-pejabatnya yang masih sering (suka) berbelanja di luar negeri. Padahal di kiri kanan mereka ratusan anak butuh pendidikan , butuh perawatan kesehatan dan lain sebagainya. Sepertinya, bangsa ini butuh kearifan dan kecerdasan untuk hidup sederhana dan tidak foya-foya serta tidak tergantung pada negara-negara kapitalis. Seperti rakyat palestina yang siap makan daun-daunan jika saja negara itu dimbargo oleh Amerika dan sekutunya. Sepertinya bangsa ini butuh rasa kindonesiaan yang kental, agar negeri ini tidak mengalami mental yang kollaps. Mungkin negeri ini butuh pemimpin-pmimpin muda yang berani dan bersmangat. Negeri ini mungkin sudah kenyang dipimpin oleh pemimpin-pmimpian tua. Tapi, kapankah negeri ini akan dipimpin oleh orang-orang muda?. Orang-orang muda yang cerdas, jujur, adil yang pada akhirnya menjadikan indonesia ini sejahtera kita tunggu saja pemilu 2009 nanti. Wallahualambishowaab.

Entry filed under: Keindonesiaan. Tags: .

Menuju Muslim Negarawan Iklan Layanan Individu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 21,804 hits

Arsip

Mei 2006
S S R K J S M
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

%d blogger menyukai ini: