Pandangan: ilahiah Vs kapitalisme dan neo kapitalisme

Januari 25, 2006 at 3:22 pm Tinggalkan komentar

Oleh : Aryanto Abidin
Judul Buku : Mencari Tuhan
Pengarang : Prof. Muchsin Qirati
Tebal buku : xii + 208 halaman
Tahun Terbit: November 2001

Persoalan terpenting dalam ikhwal keberagamaan kita adalah tentang apa atau siapa sebenarnya Tuhan itu. Dalam kacamata agama apapun (tentunya terlepas dari penamaannya secara harfiah), Tuhan merupakan konsep dasar yang tak bisa di tawar-tawar lagi. Tanpa konsep ketuhanan dengan sendirinya agama akan kehilangan legitimasi superior dan transendennya. Agama menjadi tak ubahnya sekumpulan norma-norma sosial belaka, tanpa orientasi spiritual apapun. Dengan begitu pengenalan terhadap Tuhan secara “masuk akal” menjadi kemestian yang tak bisa di tolak. Berbicara tentang pengenalan Tuhan secara `masuk akal` mungkin banyak sekali pertanyaan-pertanyaan nakal yang ada dalam kepala kita tentang Tuhan itu sendiri, yaitu apa, siapa serta dimana. Sebelum anda melanjutkan membaca tulisan ini mungkin anda akan sedikit bingung.Tapi tidak apa-apalah!, kebingungan anda tersebut cukup wajar karena kebingungan anda adalah awal dari sebuah titik terang yang anda inginkan dan semoga kebingungan anda terrsebut akan terjawab setelah anda melanjutkan untuk membaca tulisan ini.

Dalam Ajaran islam, umat islam tidak saja dituntut untuk mengajarkan masalah-masalah ritual dan kebaikan moral belaka tetapi juga dituntut untuk memahami segala sesuatu secara rasional . Bahkan di dalam ayat-ayat al-Qur`an sendiri acapkali kita menjumpai ayat-ayat yang menyeru kepada kita untuk membaca tanda-tanda kekuasaannya dengan cara memanfaatkan potensi akal yang telah dianugrahkan oleh tuhan kepada kita dengan melalui proses berpikir.

Menurut Prof. Muchsin Qirati dalam bukunya tersebut bahwa keharusan semacam ini tanpa terkecuali, termasuk terhadap eksistensi atau keberadaan agama itu sendiri. Dengan kata lain suatu agama belum tentu bisa dibenarkan sepenuhnya sekalipun menawarkan ajaran-ajaran moral-etis yang sangat menyentuh serta menggairahkan tanpa memiliki pembenaran yang logis tentang keberadaannya. Kita seringkali terpesona lalu kemudian terpengaruh ketika suatu agama (islam atau bukan) hanya lantaran karena seruan moralnya yang mengharu biru,atau boleh jadi karena latar belakang historisnya yang mengagumkan. Padahal boleh jadi dibalik semua itu tersimpan kekeliruan yang sudah sedemiakian busuk ihwal keabsahannya secara logis. Dengan kata lain bahwa ihwal dibalik semua itu adalah terdapat upaya-upaya untuk merasionalkan keberadaannya atau menyelubungi irasionalitas tentang keberadaannya.

Yang menarik dalam bukunya tersebut Prof. Muchsin Qirati menyuguhkan beberapa pandangan yakni pandangan ilahiah,.kapitalisme dan Neo-kapitalisme lalu kemudian beliau memepertentangkan-nya. Barangkali kita acap kali mendengar adanya pandangan dunia (word view). Pandangan dunia ini merupakan tafsiran universal terhadap keberadaan jagat alam (macrocosmos). Pandangan dunia ini terbagi menjadi dua, yang pertama yaitu pandangan dunia ilahiah yang mengatakan bahwa dibalik penciptaan alam semesta ini memiliki tujuan yang bersandar pada wujud yang memiliki perasaan dan berdasarkan pada sebuah rancangan, sistem, serta perhitungan yang pasti. Kedua,yaitu Pandangan dunia kapitalisme, yang mana pandangan ini ending-nya akan selalu berpijak pada materialisme. Pandangan ini mengatakan bahwa penciptaan alam beserta isinya ini tidak memiliki tujuan, tanpa perhitungan dan tanpa rancangan. Tak diragukan lagi pembahasan kedua bentuk pandangan tersebut pasti memiliki manfaaat serta keuntungan yang khas.

Prof. Muckhsin Qirati dengan lugas dan tegas menjelaskan dalam bukunya tersebut bahwa dibalik pencipataan alam semesta ini memiliki tujuan yang bersandar pada wujud yang memiliki perasaan, dan berdasarakan pada sebuah rancangan, sistem serta perhitungan yang pasti. Yang menarik dari buku ini adalah Prof. Mukchsin Qirati mencoba memberikan analogi-analogi yang sangat menarik dan masuk akal tentang kedua pandangan tersebut. Sehingga dengan analogi tersebut sekaligus membuktikan betapa lemahnya pandangan materialisme tersebut. Dalam buku Mencari Tuhan tersebut pengarangnya berusaha mengajak pembaca untuk berdialetika dengan pemikiran-pemikiran tersebut. Selain itu juga, yang menarik dari buku ini adalah pengarang buku ini mengemukakan beberapa kelemahan dari pandangan marxisme yaitu dengan cara memberikan argumen serta analogi yang masuk akal dalam hal pengingkaran mereka tentang adanya Tuhan. Buku ini juga memuat tentang bantahan-bantahan yang berkenaan dengan pendapat dari Karl Marx yang mengatakan bahwa ‘Agama adalah Candu’ tentu saja dengan menggunakan analogi yang real dalam hal ini kaitannya dengan revolusi Iran. Menurut Marx bahwa kerusakan moral disebabkan oleh kerusakan tatanan ekonomi, benarkah demikian?. Hal ini akan dibahas tuntas dalam buku ini. Menurut mukhsin Qiraty, Karl Maax terlalu prematur untuk memandang agama sebagai Candu, Karna dalam hal ini Mark berada dalam kondisi atau berada pada zaman yang tidak tepat,dimana agama (Nasrani) pada waktu itu merupakan phobia bagi masyarakat Eropa. Hal ini disebabkan karena keterlibatan agama yang melampaui batas terhadap sistem pemerintahan yang ada pada waktu itu. Bahkan ruang-ruang untuk berbeda hampir tidak ada tempatnya waktu itu.

Pada akhir pecarian Tuhannya, Prof. Mukchsin Qirati mengungkapkan bahwa proses pengenalan Tuhan secara masuk akal adalah suatu keharusan guna lebih mendekatkan diri atau menambah kecintaan kita terhadap sang pencipta yakni dengan memahami ayat-ayat kauniah dan ayat kauliahnya. Ayat kauniah yang dimaksud adalah alam beserta isinya sedangkan ayat kauliahnya adalah Alqur’an. Untuk mengenal tuhan secara masuk akal maka digunakanlah potensi akal untuk memahami dan merenungi kedua ayat tersebut.

Sebagaimana halnya buku-buku lain buku Mencari Tuhan ini juga memiliki beberapa kelebihan yakni mampu memberikan argumentasi dan analogi yang masuk akal terhadap beberapa pernyataan yang menyudutkan islam serta memeberikan renungan-renungan spiritual terhadap jiwa yang kosong. Namun untuk memahami isi buku ini memerlukan kesabaran untuk mengekspolrernya, serta dapat memberikan asumsi yang berbeda bagi pembaca pada khususnya atau umat islam pada umumnya ketika membaca secara sepintas judul buku ini.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Lagi menatap sesuatu nih, di Belakang gedung Pusat kegiatan Penelitian (PKP) Unhas MEREKONSTRUKSI PARADIGMA GENDER (Upaya Meluruskan Pemahaman Tentang Gender)1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 21,804 hits

Arsip

Januari 2006
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

%d blogger menyukai ini: