Posts filed under 'Keindonesiaan'
Laptop, Tukul dan Anggota DPR
Laptop, Tukul dan Anggota DPR
“Kembali ke laptop!”. Siapa yang tidak familiar dengan kalimat tersebut? Pasti kalimat tersebut sangat familiar di telinga kita. Adalah Tukul Arowana-pembawa acara empat mata yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta-yang mempopulerkannya. Entah berapa puluh kali dia mengulang kalimat itu dalam satu kali tayang. Inilah yang membuat Tukul menjadi presenter terlaris dan terkenal saat ini. Dengan laptopnya itu, pertanyaan-pertanyaan cerdas terus meluncur dari mulutnya. Dengan satu pertanyaan saja, mulutnya tak pernah berhenti berkreasi melontarkan pertanyaan cerdas, nakal dan lebih banyak menggelitiknya. Lalu apa hubungannya dengan anggota DPR? Jelaslah! Anggota DPR juga ingin punya laptop. Hanya saja bedanya, kalau Tukul laptopnya disediakan oleh si pemilik acara tersebut. Lalu anggota DPR, dapat laptop darimana? Simpel saja, merampok uang rakyat. Saat rapat, tinggal sebut nominal, tentukan spesifikasinya, semua setuju. “Jadi deh!” . Gampangkan merampok uang rakyat?. Beginilah gaya merampok ala anggota DPR. Nggak perlu capek-capek nodong orang. Mereka tinggal nodongkan pulpen untuk tanda tangan. Nggak seperti koboy di texas sana, yang main nodong senjata.
Continue Reading 1 comment Maret 25, 2007
Ahmadinejad, SBY dan (ke) Indonesia (an) Kita
Ahmadinejad, SBY dan (ke)Indonesia(an) Kita
Oleh Aryanto Abidin
Mahasiswa Perikanan, Presiden Partai Lingkar Cendekia Unhas dan Staf Kebijakan Publik KAMMI Daerah Sulsel
Seperti biasa, setiap pagi saya selalu menyempatkan waktu untuk membaca surat kabar nasional langganan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tempat saya menghabiskan hampir separuh masa kemahasiswaan saya: Kopma Unhas(51, 255, 51) Setelah menyelesaikan beberapa lembar tilawaah alquran dan alma’surat, maka pekerjaan favorit saya adalah pekerjaan membaca. Dengan ditemani secangkir kopi manis, sayapun melahap menu berita yang disuguhkan di koran tersebut. Hal ini saya lakukan untuk mengimbangi rasa haus saya akan informasi yang biasa saya dapatkan dari media televisi. Maklum akhir-akhir ini saya sedang puasa nonton tivi. (51, 255, 51)Mungkin saja sedang bosan dengan tayangan-tayangan gossip, kriminal, mistis serta tayangan berbau amoral lainnya. Sekali lagi, sayapun memilih pusa nonton tivi. Bukannya sok idealis, tapi ini adalah puncak kesadaran akan realitas zaman yang semakin menggila
Continue Reading Add comment Mei 11, 2006