Posts filed under 'Dakwah'
Malu Aku Bicara Komitmen
Beberapa hari terakhir ini, saya begitu resah. Resah dengan segala yang membuat saya resah. Bahkan hampir-hampir Tuhan pun saya abaikan. Sepertinya, untuk permasalahan ini, saya harus istighfar sebanyak-banyaknya (maafkan aku Tuhan. Ijinkan aku mencintaimu sekali lagi). Keresahan itu selalu mengganggu pikiran dan jiwa saya. Resah dengan negeri ini, resah dengan manusia indonesia, resah dengan perempuan indonesia, resah dengan penguasa dan pejabat di negeri ini. Resah dengan mahasiswa indonesia, resah dengan prilaku primitif mahasiswa makassasr, resah dengan kampusku yang nir-makna dan nir-nilai, dimana idealisme dipecundangi. Ruang dialog tertutup rapat, dosen yang arogan dan masih banyak kebejatan-kebejatan lain yang lahir dari kampus kita. Maka jangan heran, ada mahasiswa yang mengaku aktivis, padahal aktivis karbitan. Ada juga yang mengaku aktivis, membela yang tertindas tapi uang bencana Aceh pun dibawa kabur. Atau mengaku aktivis untuk menggombal si mahasiswi.
Continue Reading Add comment Agustus 20, 2006
Makna Wudhu (Silahkan diCopy Paste dengan mencantumkan nama penulisnya)
Makna Wudhu’
Ditulis Oleh: M. Luqman Hakim (dikirim oleh Rosalina)
Wudlu’ kita sehari-hari, ternyata tidak sekadarmembasuh muka, tangan, kepala, telinga maupun kaki.
Wudlu’ diposisikan sebagai amaliah yang benar-benar
menghantar kita semua, untuk hidup dan bangkit darikegelapan jiwa. Dalam Wudlu’lah segala masalah duniahingga akhirat disucikan, diselesaikan dandibangkitkan kembali menjadi hamba-hamba yang siapmenghadap kepada Allah SWT.
Bahkan dari titik-titik gerakan dan posisi yangdibasuh air, ada titik-titik sentral kehambaan yangluar biasa. Itulah, mengapa para Sufi senantiasamemiliki Wudlu’ secara abadi, menjaganya dalam kondisidan situasi apa pun, ketika mereka batal Wudlu,langsung mengambil Wudlu seketika.Mari kita buka jendela hati kita. Disana ada ayatAllah, khusus mengenai Wudlu.
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila engkau hendakmendirikan sholat, maka basuhlah wajahmu dan keduatanganmu sampai siku-siku, dan usaplah pada kepalamudan kaki-kakimu sampai kedua mata kaki ”Manusia yang mengaku beriman, apabila hendak bangkitmenuju Allah ia harus berwudlu’ jiwanya. Ia bangkitdari kealpaan demi kealpaan, bangkit dari kegelapandemi kegelapan, bangkit dari lorong-lorong sempitduniawi dan mimpi di tidur panjang hawa nafsunya.
Ia harus bangkit dan hadlir di hadapan Allah, memasuki”Sholat” hakikat dalam munajat demi munajat, sampai iaberhadapan dan menghadap Allah.
Sebelum membasuh muka, kita mencuci tangan-tangan kitasembari bermunajat:Ya Allah, kami mohon anugerah dan barokah, dan kamiberlindung kepadaMu dari keburukan dan kehancuran.
Lalu kita masukkan air untuk kumur-kumur di mulutkita. Mulut kita adalah alat dari mulut hati kita.Mulut kita banyak kotoran kata-kata, banyakucapan-ucapan berbusakan hawa nafsu dan syahwat kita,lalu mulut kita adalah mulut syetan.
Mulut kita lebih banyak menjadi lobang besar bagilorong-lorong yang beronggakan semesta duniawi. Yangkeluar dan masuknya hanyalah hembusan panasnya nafsudan dinginnya hati yang membeku.Betapa banyak dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadits, betapaberlimpah ruahnya fatwa amar ma’ruf nahi mungkar,tetapi karena keluar dari mulut yang kotor, hanyalahberbau anyir dalam sengak hidung jiwa kita. Karenayang mendorong amar ma’ruf nahi mungkarnya bukanAlllah, tetapi hasrat hawa nafsunya, lalu ketikakeluar dari jendela bibirnya, kata-kata indah hanyalahbau anyir najis dalam hatinya.
Continue Reading Add comment Juli 24, 2006