Archive for Juli, 2006
Sujud Bintang-Bintang
Sujud Bintang-Bintang
Oleh: Aryanto Abidin
Pekat
Tak ada temaram malam ini
Sekedar mengusir gelap di lubuk jiwaku
Menghapus mendung yang sedang mencumbui ruang di hatiku
Hanya rintihan jangkrik turut meramaikan simphoni malam pekat
Pekat malam ini
Tak ada penanda masa depan
Seolah Membahasakan kepadaku
Tak ada masa depan di negeri ini
Continue Reading Add comment Juli 26, 2006
Rasa itu
Rasa Itu
Oleh: Aryanto Abidin
Ada yang harus ditangisi
Ada rasa mulai hilang
Saat jiwa tak lagi mencumbui Rabb-Nya
Saat lidah tak lagi keluh bertasbih menyebut nama-Nya
Saat lupa menyesaki tiap desah nafas
Saat Kesombongan mulai liar
Saat dunia begitu melenakan
Semuanya menjadi kering
Linear dengan hatiku yang sedang kemarau
Oh…, mengapa rasa itu harus merasaiku?
Tatkala aku sedang mendendangkan senandung mujahid muda
Continue Reading 1 comment Juli 25, 2006
Makna Wudhu (Silahkan diCopy Paste dengan mencantumkan nama penulisnya)
Makna Wudhu’
Ditulis Oleh: M. Luqman Hakim (dikirim oleh Rosalina)
Wudlu’ kita sehari-hari, ternyata tidak sekadarmembasuh muka, tangan, kepala, telinga maupun kaki.
Wudlu’ diposisikan sebagai amaliah yang benar-benar
menghantar kita semua, untuk hidup dan bangkit darikegelapan jiwa. Dalam Wudlu’lah segala masalah duniahingga akhirat disucikan, diselesaikan dandibangkitkan kembali menjadi hamba-hamba yang siapmenghadap kepada Allah SWT.
Bahkan dari titik-titik gerakan dan posisi yangdibasuh air, ada titik-titik sentral kehambaan yangluar biasa. Itulah, mengapa para Sufi senantiasamemiliki Wudlu’ secara abadi, menjaganya dalam kondisidan situasi apa pun, ketika mereka batal Wudlu,langsung mengambil Wudlu seketika.Mari kita buka jendela hati kita. Disana ada ayatAllah, khusus mengenai Wudlu.
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila engkau hendakmendirikan sholat, maka basuhlah wajahmu dan keduatanganmu sampai siku-siku, dan usaplah pada kepalamudan kaki-kakimu sampai kedua mata kaki ”Manusia yang mengaku beriman, apabila hendak bangkitmenuju Allah ia harus berwudlu’ jiwanya. Ia bangkitdari kealpaan demi kealpaan, bangkit dari kegelapandemi kegelapan, bangkit dari lorong-lorong sempitduniawi dan mimpi di tidur panjang hawa nafsunya.
Ia harus bangkit dan hadlir di hadapan Allah, memasuki”Sholat” hakikat dalam munajat demi munajat, sampai iaberhadapan dan menghadap Allah.
Sebelum membasuh muka, kita mencuci tangan-tangan kitasembari bermunajat:Ya Allah, kami mohon anugerah dan barokah, dan kamiberlindung kepadaMu dari keburukan dan kehancuran.
Lalu kita masukkan air untuk kumur-kumur di mulutkita. Mulut kita adalah alat dari mulut hati kita.Mulut kita banyak kotoran kata-kata, banyakucapan-ucapan berbusakan hawa nafsu dan syahwat kita,lalu mulut kita adalah mulut syetan.
Mulut kita lebih banyak menjadi lobang besar bagilorong-lorong yang beronggakan semesta duniawi. Yangkeluar dan masuknya hanyalah hembusan panasnya nafsudan dinginnya hati yang membeku.Betapa banyak dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadits, betapaberlimpah ruahnya fatwa amar ma’ruf nahi mungkar,tetapi karena keluar dari mulut yang kotor, hanyalahberbau anyir dalam sengak hidung jiwa kita. Karenayang mendorong amar ma’ruf nahi mungkarnya bukanAlllah, tetapi hasrat hawa nafsunya, lalu ketikakeluar dari jendela bibirnya, kata-kata indah hanyalahbau anyir najis dalam hatinya.
Continue Reading Add comment Juli 24, 2006
Sepak Bola, Kadang Mengundang Air mata (Catatan Pertandingan Jerman Vs Italia)
Seoak Bola kadang Mengundang Air Mata (catatan Pertandingan Jerman Vs Italia)
Oleh: Aryanto Abidin
Penulis adalah Peminat dan Penikmat Bola serta Pendukung Jerman
Piala dunia 2006 di Jerman hampir usai. 32 Tim dari negara dan benua berbeda turut meramaikan gelar sepak bola akbar di jagad ini. Di penghujung ritual empat tahunan ini hanya menyisahkan empat tim yakni Jerman Italia, Portugal dan Prancis. Empat tim tersebut lolos ke babak semifinal. Semua tim berasal dari benua Eropa. Piala dunia kali ini tak pantas kita sebut sebagai piala dunia, mungkin lebih pantas disebut sebagai piala Eropa. 28 tim telah tersingkir dari obsesi untuk menggenggam tropy bergengsi tersebut. Mulai dari tim yang tidak masuk dalam daftar favorit juara sampai pada tim yang menjadi favorit juara. Bagi tim yang tak diunggulkan, lolos ke piala dunia merupakan suatu kesukuran. Beda halnya jika tim sebesar Brasil, Argentina, Cekoslovakia dan Spanyol yang harus pulang lebih awal. Tim-tim tersebut kali ini harus mengubur ambisinya untuk menjadi juara dunia. Bahkan tim samba Brasil harus menerima cacian dari sekitar 300 pendukungnya sendiri di jerman ketika hendak meninggalkan Jerman. Brasil dicaci maki lantaran meninggalkan permainan cantik khas negara mereka. Brasil ditaklukan oleh pasukan yang di pimpin oleh Zinedin Zidane dengan skor 1-0 pada menit-menit akhir. Sungguh menyakitkan!. Brasil gagal menjadi juara, sekaligus gagal meperlihatkan ke publik permainan cantik khas Brasil. Lain halnya dengan Argentina. Argentina harus takluk di tangan Bllack dan pasukannya. Argentina kalah dengan terhormat melalui drama adu pinalti dengan skor 4-2 untuk kemenangan Jerman.
Continue Reading 1 comment Juli 5, 2006
Klinsmann Jenius, Pakerman Blunder (Catatan Seputar Pertandingan Jerman dan Argentina)
Klinsman Jenius, Pakerman Blunder (catatan Pertandingan Jerman Vs Argentina)
Oleh Aryanto Abidin
Penulis adalah Peminat dan Penikmat Bola serta Pendukung Jerman
Siapa yang menyangka, kalau Argentina harus takluk pada tim Panser Jerman. Semula tidak ada yang menduga, bahwa Jerman akan mengalahkan Argentina di babak perempat final. Bahkan Oleh sebahagian orang, Argentina diprediksikan akan menang telak. Kehadiran sang titisan Maradona, Leonel Messi justru meperkuat keyakinan penggemar Argentina, bahwa tim kesayangan mereka akan lolos ke semi final. Penampilan Messi yang cemerlang saat melawan Serbia Montenegro dengan skor 6-0 juga menjadi suatu keyakinan tersendiri bagi penggemar Argentina. Terlebih melihat permainan yang berlangsung di stadion Olimpic itu, justru didominasi oleh anak asuhan pelatih Jose Pakerman. Berkali-kali Argentina terus menggedor daerah pertahanan Jerman yang dikawal oleh Philip Lahm, Per Mertesakcer, Cristoph Metzelder dan Arne Friedrich. Bahkan ujung tombak Argentina, Juan Roman Requelmi dan Hernan Crespo berkali-kali menusuk daerah pertahanan Jerman, untuk kemudian melepaskan tendangan kea rah gawang Jerman. Usaha anak-anak asuhan Pakerman berbuah manis. Pada awal babak kedua yakni pada menit ke-49, Roberto Ayala menggetarkan jala gawang Jerman yang dikawal Jens Lehman. Gol manis tersebut, tercipta lewat tendangan sudut yang dieksekusi oleh Juan Roman Requelmi. Jens Lehman rela memungut Bola dari gawangnya. 1-0 untuk Argentina. Argentina memimpin.
Continue Reading Add comment Juli 4, 2006